Dumai

Diduga Makelar Tanah, Suryadi Curang Saat Pembuatan Surat Tanah Yang Dijual

Jarrakposriau.com Dumai – Mafia pertanahan masih tumbuh subur seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan ketersediaan lahan pertanahan. Dari sejumlah kasus sengketa tanah yang terjadi, baik di kota besar maupun daerah, diduga kuat selalu melibatkan mafia tanah.

Saat ini terjadi kesimpangan ulah seorang makelar tanah yang menjual belikan tanah tidak sesuai dengan ukuran di perjanjian awal, tanah yang berada di jalan Soekarno Hatta Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur yang saat ini ukurannya tidak sesuai dengan ukuran jual beli yang terdata di BPN.

Kusdianto pemilik tanah pertama yang tau dengan ukuran tanahnya seluas 42×20 meter,ini keterangan atau kronologis saat Kusdianto melaporkan ke awak media jarrakposriau.com dan ini Kronologisnya, Kusdianto jual tanah ke Syamsul Sihaan pada tahun 2016 dg ukuran 42 x 20 meter, yg mengenalkan Syamsul Sihaan ke Kusdianto yaitu Suryadi(yang diduga selaku makelar tanah).

Kemudian Suryadi dipercayakan Syamsul Sihaan untuk mengurus surat tanah ke BPN, setelah surat yang selesai diuruskan oleh Suryadi ternyata surat tersebut tidak sesuai dengan ukurannya awalnya 42×20 meter,saat surat selesai menjadi 43,35 x 18,5 meter (tidak sesuai dg perjanjian jual beli awal). Fakta dilapangan tanah itu panjangnya 20 meter dan bukan 18,5 meter.

Banner Iklan Sariksa

Kusdianto(pemilik tanah pertama) sudah mengajukan surat pengukuran ulang yang sudah di serahkan ke BPN(Badan Pertanahan Negara) dan pada hari Sabtu,14 maret 2022 sekitar pukul 16:00 wib pihak BPN langsung turun ke lokasi tanah tersebut dan melakukan pengukuran ulang. Ternyata terbukti dilapangan bahwasannya panjang tanah 20 meter bukan 18,5 meter.

Kusdianto menyampaikan, “Mohon kiranya Pak Suryadi sama sama ikut ke BPN, apabila ada pemanggilan untuk meluruskan permasalahan ukuran tanah yang bermasalah supaya selesai dan tidak ada yang dirugikan. Karena Pak Suryadilah yang mengurus pembuatan surat tanah ini yang mewakili atas nama Syamsul Sihaan di BPN Dumai,”ujar Kusdianto.

Sesuai dengan laporan Kusdianto, awak media langsung mengkonfirmasi ke Suryadi yang diduga makelar tanah melalui via Whatsapp namun saat awak media mempertanyakan masalah tanggung jawabnya Suryadi selaku yang diduga makelar dan yang mengurus surat yang tidak sesuai tersebut, Suryadi hanya diam dan hanya membaca pertanyaan yang dilayangkan oleh awak media ini melalui via whatsappnya.

Awak media ini berama LSM Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamat Lingkungan(KPH-PL) akan investigasi lebih dalam terkait surat yang tidak sesuai dengan fakta ukuran dilapangan dan akan mencari tau siapa orang yang berani membuat surat yang tidak sesuai dengan ukuran aslinya.

“Diminta pihak terkait seperti BPN dan pihak lainnya agar dapat menindak tegas makelar tanah tersebut dan diharapkan kerjasamanya untuk menyelesaikan masalah tanah tersebut,”tutup ketum LSM KPH-PL saat dimintai keterangan oleh awak media ini.

Penulis : Roli

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button