Nasional

Tubagus Rahmad Sukendar Tokoh Muda Banten Yang Lantang Copot Dan Pidanakan Ferdy Sambo

Jarrakposriau.com Jakarta – Tubagus Rahmad Sukendar Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) , yang sejak awal mulai terjadi nya kasus pembunuhan Brigadir J dikediaman Ferdy Sambo, sudah berteriak lantang mengkritisi kasus pembunuhan Brigadir J dan meminta Ferdy Sambo dicopot dari jabatannya.

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar juga merupakan Ketua Garga Inti Paquron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) dan kerap bersuara keras soal kasus Ferdy Sambo.

Komentar dan kritikan itu Kang Tb Sukendar di lontarkan dari awal kemunculan kasus polisi tembak polisi.

“Sampai kepada pencopotan Ferdi Sambo, kemudian juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada Polri terkait keseriusan dalam mengungkap kasus tewas nya Brigadir J,” dan terbukti apa yang di persangkakan Tb Sukendar untuk Ferdi Sambo di Copot dari Jabatan nya dan segera di pidanakan, hanya berselang beberapa hari, Irjen Ferdy Sambo akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya lalu jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Kang Tb Sukendar sangat puas dengan kinerja Polri dibawah Komando Timsus dalam mengungkap pihak.pihak yang ada keterlibatan dalam pembunuhan brigadir J dengan membuka penyidikan secara terang benderang dan berkeadilan ini menunjukkan kepada Publik bahwa masih ada Anggota Polri yang baik, yang merah putih dan berkeinginan Polri itu adalah sejati nya Bhayangkari Negara harus profesional dan proporsional dalam mengungkap perkara kita juga melihat pada.

Hari ini, Jumat (19/8/2022), istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ini yang harus kita acungkan jempol bahwa masih ada integritas dan moral di institusi Polri.

Banner Iklan Sariksa

Laporan : Diana

Banner Iklan Sariksa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button